Posted by: setya on: July 19, 2008
dah lama rasanya ga nulis ^_^
bis buka2 forum, ad ayang mulai ngobrolin berita blue enegry. awalnya ku agak bingung, karena beritanya ga jelas banget, ga ada penjelasan ilmiah mengenai blue energy yang dimaksud, baek dari berita2 yang beredar maupun internet. hanya seirng disebut memakai aer sebagai bahan bakar, merubah aer sebagai bahan bakar.
awalnya ku konstan terpikir, “oh pake dapur pacu listrik mungkin, misah hidrogen dan elektron untuk menghasilkan listrik kayak prototype mobl listrik berbahan bakar aer di jepang tuh”, eh, lha ko’ ada emisi2 segala, kadar karbon… ????? jadi bingung lama2, kan aer ga ada karbonnya, trus litrik kan ga ada emisi
nah finalnya hari ini, baca berita ini :
Jakarta, Kominfo Newsroom -– Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman menyatakan, hasil pengujian satu jerigen blue energi yang dilakukan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT, ternyata mirip solar.
Dalam pemaparannya kepada pers di Jakarta, Senin (2/6), Kusmayanto Kadiman menjelaskan, sebelumnya BTMP mendapat kiriman satu jerigen blue energy dari Masyarakat Indonesia Bersatu (MIB).
Satu jerigen blue energy tersebut adalah produk dari para peneliti yang mengatakan hasil itu dari pengubahan air menjadi bahan bakar.
Kemudian satu jerigen bahan bakar blue energy itu di BTMP dilakukan analisa laboratorium untuk mengetahui apa saja komponen-komponen yang terkandung di dalamnya. Pengujian tersebut dilakukan dengan mengacu standar internasional ECE R-24 untuk unjuk kerja dan ECE R-83 untuk emisi gas buang.
Setelah dikenali dengan alat-alat ukur yang dimiliki BTMP, selanjutnya bahan bakar tersebut diuji menggunakan kendaraan bermotor (mobil Isuzu Panther). Dalam proses pengujian, kendaraan itu dihidupkan seolah-olah berjalan, karena di BTMP sudah memiliki alat untuk dapat mensimulasi walaupun mobilnya relatif diam, artinya tidak bergerak tetapi bannya terus berputar.
Kemudian disimulasikan seolah-olah mobil tersebut berjalan, misalnya di tengah kota Jakarta, di jalan tol dan lain-lain.
Menurut menteri, dari hasil pengujian tersebut, bahan berisi satu jerigen yang disebut blue energy itu kinerjanya pada waktu dipakai untuk menggerakan mobil Isuzu Panther tidak banyak berbeda dari bahan bakar solar.
”Jadi satu jerigen bahan bakar yang kami terima setelah dilakukan pengujian, ternyata hasilnya tidak banyak berbeda dari bahan solar yang sudah kita kenal,” ungkapnya.
kalo baca beritanya ini bukan pure water donk
cuman dari berita diatas (dan berita2 sebelumnya yang ga ada penjelasan ilmiahnya), ko’ kek-nya di ‘blue energy tuh sumber tenaganya bukan si aernya, tapi sesuatu yang terlarut dalam aer. dengan kata laen barang laen yang ikut bareng aernya, so bukan aernya donk.
kecuali aer sudah direaksikan dengan bahan tersebut, nah berarti bukan aer lagi itu mah ^_^
quick info :
terlarut = yah anggap aja aer kopi deh, kopi ama aernya tetep 2 barang yang berbeda meski keliatan 1
tereaksi = nah elemen aer dan barang x dipisah dan benar2 jadi 1 bahan kimia baru
nah setelah ubek2 sendiri blue energy-nya indo, dapat satu blog yang membahas blue energy secara lengkap seluk beluk blue energy (pengamat dengan dasar ilmu tepat keknya nih author) ternyata oh ternyata…. blue energy make reaksi aer dengan karbon tak jenuh
so hasil akhirnya yang dipake adalah CH2 yang dimasukin ke tangki bensin..
awalnya ku pkir make splitter khusus jadi aer yang masuk tangki bensin, kalo gitu bakal lebih enak (tapi harus ganti jadi mobil yang digerakkan dengan listrik sih karena make elektron a.k.a listril dari elemen hidrogen)
tapi mungkin mang kondisi ini yang cukup mungkin di indo mengingat daya beli penduduknya yang masih blom merata. mobil dengan dapur pacu litrik justru akan membebani (harga beli awal mahal amit – so mungkin jepang yang emang udah mulai dengan prototype-naylebih cocok). dengan model syntetic fuel, model mesin g aperlu diubah, hanya bahan bakarnya yang disesuaikan.
cuman ku juga masih tetap berharap ama mobil berbahan bakar aer murni beneran jepang (yang katanya udah mo menjajaki proses produksi masal), karena dengan itu ga harus dipusingkan dengan pembelian bbm lagi 
kalo masih dengan proses kayak gini, ku masih skeptis dengan claim dari kubu penelitian cikeas yang mengatakan mampu buat reaktor dengan debit 10 rebu liter perdetik dan dijual dengan harga 3 rebu rupiah per liter… skeptis
karena masih adanya proses (yang ga murah sebenarnya) untuk sintesis enegri baru ini claim2 seperti itu sulit untuk ku teirma sih.
July 20, 2008 at 9:36 pm
wah…ampun d klo bahasannya kimia…T_T