Pacaran boleh ga sih ?


pertanyaan yang cukup klasik jika kita berbicara konsep pacaran dalam agama. kenapa ku ingin nulis ini sekarang, kebetulan aja kali ^_^ beberapa hari ini liat beberapa teman ada yang jadian, ada juga yang curhat masalah cewek. kebetulan ku ingat 1-2 taun lalu ada seorang teman (perempuan) bertanya hal senada dengan judul artikel ini ke aku, jadi ku sempat meng-‘compile’ 5 halaman dokumen yang berkenaan dengan pandangan pacaran dalam Islam dan ta’aruf dari berbagai sumber, ilmu yang aku dapat dan tambahan sudut pandangku pada bagan akhir dokumen.

berikut ringkasan (yang lebih ringan dibaca) mengenai apa yang aku kirim ke temanku itu, berdasarkan sudut pandangku yang terbatas ini. (sekali lagi ku tekankan, ini sudut pandangku)

Hukum dasarnya dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah batas-batas dan adab Islami yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, haram untuk berduaan, bersentuhan kulit, bepergian bersama serta haram untuk terlihat sebagian aurat. Semua itu berlaku selama tidak ada uzur atau alasan syar’i yang bersifat darurat. Sebaliknya bila ada unsur kedaruratannya, maka kita mengenal kaidah yang menyebutkan bahwa kedaruratan itu membolehkan larangan.

Misalnya dalam keadaan seperti yang dialami oleh Aisyah r.a. ketika tertinggal rombongan, beliau sendirian di tengah padang pasir tanpa teman dan perbekalan. Kematian pastilah sudah membayang. Karena itu ketika salah seorang shahabat Nabi yang mulia menemukan beliau, segera diselamatkan dan dibawa dengan untanya. Unta itu lalu dituntunnya dan Aisyah r.a. ummul mukminin naik di atasnya. Sama sekali tidak terjadi boncengan, kecuali hanya mereka harus melintas padang pasing berdua. Itu adalah sebuah contoh darurat yang terjadi di masa shahabat. Namun meski demikian, resiko digossipkan pun tetap terjadi sehingga Allah SWT sampai harus membuat klarifikasi formal di dalam ayat yang turun.

^_^ hehe, rada keras yah diatas :) kalo ku sih rada fleksibel, ku sendiri pernah dekat dengan lawan jenis dan memiliki lembaran hitam dan putihnya masing-masing, cuman memang batasan2 itu perlu :) juga bukan berarti harus dijalanin dengan penuh kekhawatiran, tapi dinikmati. Toh bagaimanapun juga, semua perasaan itu adalah fitrah yang diberikan oleh Allah pada kita selaku makhluknya, kiat dibekali dengan akal dan nafsu, itu dutujukan agar dapat saling mengkontrol.

Disatu sisi, akal untuk megendalikan nafsu yang jika dibiarkan akan dapat membutakan manusia dan tidak melihat permasalahan secara keseluruhan (kaya’ kalo mau pilih calon suami/istri, karena nafsu semata, begitu terlihat baik, ya itu yang diinginkan, sampe stress, padahal belum tentu dia baik untuk kita) atau karena nafsu pula hubungan 2 manusia berjalan ke arah kemaksiatan. Akal, kita dibekali akal salah satunya untuk itu.

Sedang nafsu sendiri, apakah nafsu itu buruk ? tidak, selama kita mampu mengendalikannya, dan bukan dia yang mengendalikan kita. Nafsu adalah peubah manusia untuk maju, nafsu jangan terlalu diartikan sebagai dorongan syahwat loh ya ^_^ tapi lebih luas dari pada itu. Keinginan untuk maju, saling bersaing, ambisi, itulah beberapa kontribusinya terhadap peradaban manusia. Tanpa dorongan, kita tidak akan melakukan apa-apa, bukankah Allah sendiri tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu berusaha. ^_^ berusaha dalam peristiwa ini bisa diartikan mencoba mengerti sifat dan kepribadian yang sebenarnya calon suami/istri, tidak dibutakan oleh cinta semata ^_^

Yakinlah kepada diri sendiri, yakin kepada Allah, bahwa Allah memberitakan kepada kita dan Allah menjanjikan, bahwa mukmin dan mukminah akan mendapatkan jodoh seorang mukmin dan mukminah pula, dan wanita yang berzina serta laki-laki yang berzina telah diharamkan bagi mukmin dan mukminah (baca an-nur ayat 3)

Jadi janganlah ragu.
Jagalah hati dan gapailah cinta karena cintamu kepada-NYA.

Advertisements

2 comments on “Pacaran boleh ga sih ?

  1. ehmmm… ehmmm… makanya itu… dulu waktu terakhir kali ‘berhubungan khusus’ banyak yang belum aku mengerti… hukum2 islam mengenai masalah ini sangat kabur dihadapanku… sekarang dah banyak yang tau dan udah jelas… makanya disetiap langkah harus dipikirkan… baik-buruk, halal-haram, benar-salah… banyak variabel yang membatasi… tiap class punya interkoneksi dengan class yang lain… generic type bekerja dengan restriksi yang cukup jelas :))

  2. he5x variabelnya dibiasakan pake protected ato private aja yah mas dan ga dipublic, biar ga ada akses terlarang dari luar, akses mutlak lewat accsessor muator kalo udah nikah ^_^

    anyway, kayaknya ku belajar pake cara klasik deh, know your error before you can do it right. tapi setelah sadar ko’ jadi terlalu takut berbuat salah yah ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s