Final Fantasy XIII mini review


500x_500x_ff_13_x3

 

kabar gembira buat aku yang nge-fans banget ama final fantasy series, ketika akhir tahun kemaren square-enix akhirnya ngeluarin FFXIII untuk xbox region asia. gimana ngga, mesin cuman punya xbox, regionku asia pula, jadi ga mungkin maenin disc xbox yang rilis awal dengan region US. akhirnya, semua seri FF offline telah dicicipin (FF XI dan XIV online emang kagak maen).

eniwe, berikut beberapa kesan ku maenin game satu ini.

 

best battle system in any FF series.

yup, battle sistem judul ke 13 ini emang paling mantap dibandingkan seri ff laennya. sekilas seperti mix antara ff x dengan classic battle sistem berdasar ATB, dan sistem battle ff 12 dengan battle yang mirip konsep mmorpg dan dengan trigger2.

pada ff13 ini, player hanya mengendalikan team leader party. sementara team member laennya akan menggunakan setting otomatis berdasarkan role karakter dan memilih tindakan yang paling cocok dengan keadaan. disini informasi dan taktik sangat berperan, member party akan menyerang musuh/menggunakan budd atau debuff sesuai dengan info yang ada, misal kan kita sudah mempunyai data musuh dan kelemahan adalah magic tipe api, karakter tipe ravager (caster) akan menyerang dengan magic api, karakter synergist (buffer) akan memberikan buff elemental api pada senjata karakter commando (serangan fisik) dan laen-laen.

oia, sampe kelupaan, disini semua kar bisa jadi / punya peran yang berbeda2 dan tidak terikat 1 class. meski untuk masing2 karakter memiliki kecenderungan pada role tertentu.

mirip dengan ff x-2, player dapat mengganti role masing2 secara langsung, proses ini dinamakan paradigm shift. di FF 12 ini, player lebih dituntut untuk memanaje strategi level tinggi, dan bukan hanya maen asal gebuk monster. kalo kamu mengalami kesulitan ama 1 momon, kemungkinan besar kamu make strategi yang salah ^_^

oia, kameran dan efek2 waktu battle sungguh menarik dan ga pernah bikin boring. rasanya menyenangkan, seakan2 player melakukan sesuatu yang luar biasa. rasanay puas banget kao sukses gang bang monster2 semi boss berukuran super besar ^_^

character development yang inovatif

tadi kan dah sempat disebut masalah role. nah, di ff 13, karkater ga terikat 1 kelas seperti ff sebelumnya. pada seri ini, tidak ada level karakter. kenaikan stat atau mempelajari ability baru melalui sistem yang mirim dengan grid ff10 ataupun lisensi ff12. pada seri ini, sistem ini dinamakan crystalium, yang memliki cabang2 terhadap role dan node2 tertentu pada rle tersebut. dengan menggunakan CP yang didapat dari battle, player dapat memperoleh kenaikan stat dan ability sesuai node yang diambil.

terdapat 6 role pada ff13, commando yang khusus serangan fisik, ravager sebagai caster magic, synergist untuk peran buff, saboteur dengan kemampuan debuff, serta medic yang memiliki peran sebagai palang merah saat battle ^_^ masing2 karakter pada umumnya memiliki 3 role default yagn bisa dibuka hingga potensi maksimum, setelah sampai pada chapter tertentu, semua karakter bisa mempelajari semua role, tentunya secara terbatas. tiap karakter, meski dapat memperoleh role yagn sama, tapi pada umumnya terdapat perbedaan dan beberapa ability khusus role hanya dapat dipelajari karakter tertentu.

item upgrade / crafting

seri ke 13 final fantasy ini memperkenalkan sistem upgrade item dengan menggunakan drop yang didapat dari monster. player menggunakan item2 tersebut untuk menambahkan exp pada item, seiring dengan bertambahnya exp, level item dapat dinaikkan dan pada level master, item tertentu dapat dirubah menjadi item baru dengan item katalis.

meski menawarkan konsep yang menarik, eksekusi terasa kurang. karena proses upgrade terrlalu sederhana, semau item2 drop hanya menambahkan exp dlaam jumlah tertentu, tidak ada efek2 lain selain itu, jadi menambahkan chipped fang atau ooze memiliki efek yang sama (kecuali beda jumlah exp). hal ini cukup disayangkan karena proses crafting tidak menawarkan kompleksitas yang sama dengan proses pengembangan karakter.

yang perlu diperhatikan pada craftiing, terdapat 2 jenis item, organik dan mesin/anorganik. mengunakan item organik untuk crafting hanya menambahkan sedikit exp, akan tetapi memberikan nilai untuk multiplier, jadi menambahkan chipped fang dalam jumlah tertentu bisa menaikkan perolehan exp selanjutnya menjadi beberapa kali (maksidmak 3x). sedangkan item anorganik membeirkan lebih banyak exp, tetapi mengurangi multiplier tersebut.

proses upgrade/crafting juga terhitung sangat MAHAL jika ingin menjadi perfektionis. mengingat membunuh monster hanya mendapat drop item, dan bukan koin, sehingga jik aingin memperoleh item2 maksimal, harus kerja ekstra keras untuk grinding. untungnya, crafting blom etrlalu dibutuhkan hingga chapter2 akhir, dimana grinding bisa lebih mudah dilakukan :)

linear ?? or is it . . . .

derajat kebebasan, itulah ilusi game2 genre RPG. dan msalah ini sering dikeluhkan oleh pemain ff13. memang pada seri ini mengambil jalur yang agak berbeda dengan sebelumnya, pemain lebih diarahkan pada cerita dan pergerakan pemain lebih terbatas. kecenderungan jalan yang diambil seakan seperti dungeon panjang. tidak adanya kota yang bisa dieksplorasi dengan bebas dan item shop yang semuanya diakses melalui menu dari save poin juga menambah kesan linearitas. tapi kalo dibandingkan ama game2 genre action atau yang laen, ga jauh beda ko’ ^_^

ku juga cukup menyayangkan hal ini sih, sidequest2 juga minim, cuman ada 1 malah ^_^ cieth stone mission aja. tapi ku rasa ini bisa dipahami, square enix ingin player lebih bisa menikmati cerita (yang skalanya cukup besar) yang ingin diceritakan oleh developer.

tapi jangan khawatir ko’, kalo dah agak jauh, ntar juga dag ga terlalu perduli, biasanya kesan ga enak/beda cuman diawal2. nanti di chapter 10 waktu udah bisa akses grans pulse, dah ga jalan di sedotan lagi, dah gede dan bebas eksplore. apalagi dengan battle system yag ga bikin bosen, bener aja, ku nyampe chapter 10 kira2 di itungan jam ke 29/30. tapi baru bener2 jalanin story lagi di chapter 10, baru ketika itungan jam 48 ^_^ ga terasa 18 jam maen2 di gran pulse menikmati pemandangan dan battle system ^_^

slow pace ???

satu lagi hal yang dikeluhkan oleh pemain yang pertama kali memainkan seri ini. memang, bagian awal2 chapter, pace dari game cukup lambat, elemen2 gameplay diberikan secara perlahan agar player dapat lebih mudah memahami sistem dalam ff13. tapi mungkin memang terlalu lama juag yah ha5x. ku disc 1 (sekitar 4 chapter) habis dalam 8 jam, dan itu masih belom etrbuka semua fitur2nya. tapi kalo udah lewat, gameplay jadi lebih cepat dan menarik ;)

dah deh, gitu aja keknya tulisan ini, kalo kepanjangan ga jadi ‘mini’ review lagi ntar ha5x

kesimpulanku, nih game cukup menarik dan worth banget untuk yang haus dengan jrpg dan fans final fantasy. FF series blom mati ^_^

*penasaran ntar gimana FF XIII versus, sayangnya ntar cuman nongol di ps3 T_T

Advertisements

30 comments on “Final Fantasy XIII mini review

  1. Blogwalking malam-malam…..

    Well, belu pernah maen sih, tapi memang review kebanyakan tentang FF seri ini 50:50 sih. Apa hal ini kemudian menjadi semacam trademark J-RPG? Lebih fokus pada cerita (kalau dibandingkan dengan W-RPG)….

    Eniwey, nice review… minus screenshot, hehehe :)

    Salam :)

    • dari dulu emang jrpg banyak konsen ke cerita. terutama seri2 FF, cerita selalu mendominasi dan cukup berat jika dibandingkan dengan game2 sejenis di era yang sama.

      aku rasa sih sama aja, meski ff lama atau sekarang ga jauh beda, cuman kesan ilusi bebasnya aja yang berubah. dulu ada overworld map, bikin seakan2 bebas kemana2, padahal juga dari poin ke poin. cuman di 13 emang lebih diarahkan lagi.

      yang keras buat aku sih, aktifitasnya, dulu banyak banget yang bis dilakukan selain main story, abnyak sidequest atau secret2 yang bisa dicari, di FF13 ini, ya cuman itu aja. gosipnay dulu emang didesain untuk bisa ditambah dengan DLC sih, tapi keknya ga dilanjutin ama SE.

      **mo nambah screenshot, mo capture gimana =)) orang maen di console ^_^

  2. Gw sampai sekarang blom sempat namatin nih game T_T pity me…

    Secara garis besar sih banyak yang mengecewakan dari FFXIII, terlebih jika dibandingkan dengan seri Final Fantasy sebelumnya (gw pencinta FF IX for reference, tp ga pernah tamat maen JRPG… banyak yang mengecewakan tapi bukan berarti ga ada yang bagus.

    Yes there are a lot of complaints about FFXIII, but battle section was not one of them. Battle nya termasuk yang paling cepat (ga boring), variatif dan dinamis dari semua game Final Fantasy.. me like it very much.

    Gw berharap jika ada revisi baru FFXIII seperti rumor yang satu ini : http://onigank.wordpress.com/2011/01/13/domain-website-final-fantasy-xiii-2-terdaftar-mungkinkah/

    gw pengen FF selanjutnya masih pake Battle kaya FF XIII dan kota kota yang bagus dan cantik yang bisa di eksplorasi bebas dan juga kurangin dialog2 ga penting kaya si Vanilla… damn cute anoying little brat… hahahah

    • sama, dari semua battle system FF, ini yang paling aku suka ^_^

      yup, emang kerasa beda banget dibanding seri FF sebelumnya, terutama FF series era nes->snes->ps1.
      tapi benrnya kalo dah maen FF-X, ga terlalu kaget2 juga sih, cuman FF-X masih banyak kegiataan laen selain cerita utama, jadi ga terlalu kerasa terpaksa main story mulu kek FF-XIII.
      sangat berrharap juga tuh domain baru emang akan menghasilkan sequel yang mantap.
      degree of freedom dan banyak sidequest kek classic FF dan dengan sistem yang tetep menarik dan aktif kek FF-XII.

      oia di FF XIII xbox versi jepang ada bvonus cerita/episode, jangan2 itu nanti prolog buat XIII-2, berharap ^_^ moga2 keluar buat xbox juga ^_^

      kalo beneran tuh episode bakal jadi prolog cerita FF XIII, vanille ama fang kan ga bakal nongol lama :) dah terlanjur jadi kristal :))

      nih link translate episode-nya => http://dilly-shilly.blogspot.com/2010/12/final-fantasy-xiii-episode-i.html

  3. Wah, koq g PS3 aj??? Kan dah jaman blu-ray.
    FF XIII masih cerita monoton n klasik macam 4 warriors of light ga??? Beneran, malez bgt maen yang cerita begituan. Karakterny sama mulu.

    • bis game2 yang pengen di maenin ada di kedua console, so pilih alternatif yang lebih enak aja (waktu itu).

      4 heroes of light cuman maen bentar aja. beda ko’, jauh lebih idup lah ^_^ palagi battlenya, sumpah deh, dari semua genre RPG, nih battle FF13 keren abis :)

    • loh…apa masalahnya d PS3 / xbox360
      toh sama aja.wkwkwkwk
      bedain grafis..GAPENTING gamplay sama aja !
      —————————————————

      @setya
      yah lu ngeracun gw maen RPG lagi..resonance of fate aja blum tamat…
      gambarnya kecil d TV gw >.<

      • ku resonanse of fate juga langsung ebrhenti begitu download FFXIII disc 1 selesai.
        sampai seakrang blom tersentuh lagi tuh RoF, dah mulai lupa battle systemnya :))

  4. woi pada diskusi di GX sana :D ….
    @odhiex wew kok bisa sih nggak tamat…gw waktu awal2 beli …penasaran banget ama ceritanya dan pengen nonton FMV yang keren jadinya gw tamatin dulu …, sekarang maen lagi bwat lengkapin side mission, but asli gw demen ama setting dunia di FFXIII …but sayang nggak bisa explore…., but kan nanti ada FFXIII-2 :D …

    but asli worth to play until finish lah…

  5. dimasdwg :
    woi pada diskusi di GX sana ….
    @odhiex wew kok bisa sih nggak tamat…gw waktu awal2 beli …penasaran banget ama ceritanya dan pengen nonton FMV yang keren jadinya gw tamatin dulu …, sekarang maen lagi bwat lengkapin side mission, but asli gw demen ama setting dunia di FFXIII …but sayang nggak bisa explore…., but kan nanti ada FFXIII-2 …
    but asli worth to play until finish lah…

    Wah, jadi gak sabar nunggu ‘versus’ sama ‘agito’ :D

  6. memank sih, cons-nya kira2 ada di linear gameplaynya aja, yg lain square enix tetap menjaga kulaitas RPG legendarisnya ini, bahkan inilah FF yg paling revolusioner dgn Paradigm Shiftnya kl diskor sih harusnya 9.0 lah :)

  7. Game ini bagus menurut saya. Karena kita hanya mengontrol satu karakter saja maka kita cuman bisa meng summon eidolon yang dimiliki oleh karakter yang kita mainkan saat itu. Sayang banget AI teman tidak bisa meng summon eidolon sendiri, padahal kalau bisa maka akan jauh lebih baik lagi.

    • memang cukup disayangkan untuk yang 1 ini. mo ganti summon harus ganti team leader :|
      tapi make eidolon 1 ama yagn laen ga terlalu banyak banget pengaruhnya, selain beda elemental (yang bisa ditutupi ama ravager), jadi ku sendiri malah hampir ga pernah summon eidolon. kecuali kalo mo hajar adamantoise, buat disable kakinya.

      • ^;^ sayang banget. Mirip sama FF9 dulu yang tak ada summonnya (ini ada summon tp jg jarang digunakan, beda jauh dibandingkan FF8 yang sering banget saya summon GF) :)

  8. ryan_t888 :
    ^;^ sayang banget. Mirip sama FF9 dulu yang tak ada summonnya (ini ada summon tp jg jarang digunakan, beda jauh dibandingkan FF8 yang sering banget saya summon GF)

    Lho, bukannya dulu di FF9 juga ada summon nya ya?
    (istilahya eidolon kalo gak salah)

    • maksudnya ryan jarang pake summon waktu maen FF9. kalo ku sih partial, separoh2 lah, ff classic summon cukup berguna.

      paling yang bener2 ga berguna dan ga kepake waktu maen ff12 :))

  9. Summon FF9 itu kaya bukan summon, lebih mirip spell area. Paling keren pke Ark, kapal luar angkasa transform jd robot!
    All menurut kalian serial FF berapa yg paling bagus? Gw dah tamat FF2, 3 (hampir, tinggal last boss, susah bgt), 4, 5, 6 (wuoogh kereen abizz) and FF9 (paling mantap!). Untuk console PS2 keatas belum, g punya T_T!

    • dari semua seri FF (dah maen semua ^_^ ) kalo aku sih fave FF6.
      dulu pertama maen waktu masih smp :)) masih era ses ama awal2 ps1 nongol.
      kesan pertama makin cantik aja peningkatan dari FF 4 dan 5 (5 dulu maen fan translate) (3 seri ini maen di snes).

      story FF6 paling berkesan, paling mantap deh ^_^

  10. Gue paling suka ma Final Fabtasy VIII. Itu pertama kali gue bener-bener menikmati maen game. Itu game pertama yg gue beli waktu punya PS1 dan RPG pertama gue. Very very memorable. Gue udah namatin FF VIII sekitar 5 kali. Dulu sampai hapal dialognya dari disc 1 sampai disc 4 dan ngejar semua sidequest-nya. Hahahaha.

    Storyline-nya gue juga demen banget. Latar belakang cerita menyelamatkan dunia tetep ada tapi fokus utama ada di romantisme dua sejoli, Squall dan Rinoa.

    BTW gue pernah baca teori konspirasi kalau Rinoa itu Ultimecia dan Guardian Force Griever itu sebenernya Squall. Creepy love story.

    Kesan gue ma FF XIII (yg baru aja dapet tutorial paradigm shifting :p), background story tetep saving the world tapi interaksi antar karakter rasanya lebih intens dan kuat, which is good. FF XIII memang J-RPG banget deh. Mewakili aliran “Timur” banget yg pantas dibentrokkan dengan W-RPG. Hahahahaha

    • ah, ff8 :) cukup memorable juga, sikap squal yagn super dingin di scene dance bbikin ketawa2 :)
      waktu maen nih game, setiap ada opsi2 dialog buat jadi jerk/cuek, ku biaasanya pilih opsi itu, biar tambah kerasa kesan cueknya squall. mesi ga negfek juga sih ke gameplay :)

      ff13, ambil jalur yang kek gini, meski agak kontroversial awalnya, tapi jadi lebih ngena buat ‘nenggelamin’ player ke story :)

  11. onigank :
    kalo di Jepun (gw maen reg 3) dibaca Vanilla boss..

    Ajiiib! Jadi subtitle-nya Jepun?
    Yg voice acting Jepun tapi subtitle English ada nggak?
    Gue donlot lewat torrent taunya dapet yg Londo Inggris-Londo Inggris buat voice-sub. :p

  12. Baru nemu tulisan ini, blognya bagus gan. Ini yang Ane cari. Terutama tentang Emulator. Ane juga penggemar FF Series, kalo FF yang tak suka ntu, FF VII ma FF X. Di akhir cerita nangis gan. T_T Aerith terbunuh Sephiroth, Tidus meninggal duluan ternyata. Sad End…….. Ane mainnya pake Emu semua, jadi FF XIII belum nyoba. Oh ya, tlong Pos tentang JPCSP dunk, g mana caranya agar audionya itu keluar saat mainin FF Crisis Core. Swun gan. ^_^!

    • keknya ku dulu iseng tes jpcsp, crisis core keluar audio ko’ waktu ingame.
      cuman fmv aja yang keganti ama video dummy.

      ntar2 kalo sempat deh aku coba lagi.
      tapi sebaiknya kalo pengen maen full, beli PSP aja.
      ngeliat kondisi emu psp sekarang, masih susah buat full playable (tanpa error dan full seed)

      *FF favoritku FF VI (FF III waktu rilis di snes US)

      edit :
      install sonic stage dan aktifkan opsi use media engine di jcsp untuk dapat suara.
      eniwe, abis coba crisis core, rata2 dapat 30-40 fps aja :)) kalo dah battle cuman dapat 20-24 fps, slow motion :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s