Bromo, indahnya langit malam bertabur bintang dan hangatnya mentari pagi


sunriseakhir-akhir ini karena jenuh dengan rutinitas, jadi deh jalan-jalan sebagai hobi lama yang bangkit kembali. tujuan kali ini adalah Bromo. tujuan yang ga terencana sebenarnya, dorongan muncul karena iming-iming dari jeri kusuma, seorang rekan yang mengelola sebuah blog jalan-jalan dengan tajuk jejalan.com. ketika sedang asyik ngobrolin daerah tujuan untuk re-freshing, dia sempat mengusulkan dan memperlihatkan beberapa buah foto padang rumput di area bromo. mirip bukit teletubbies wkwkwkwk sangat hijau dan segar menghampar luas, jadi deh pengen kesana.

karena ku sendiri blom pernah ke bromo, mo ga mau harus cari temen untuk diajak nyasar deh. karena memiliki kesibukan dan jadwal “ngelayap” masing2, keknya bakal susah klo mo nodong mas jeri ke savana (malah diajak ke dieng o.0), jadi deh usul ke beberapa teman laen untuk bareng2 ke bromo, sekalian pengen liat jazz gunung awal juli hehehe (lagi2 racun dari mas jeri). tapi karena ada yg masih ragu dan keknya blom pasti jadi atau ngga-nya, ku langsung ngajak adekku aja deh.  kelamaan nunggu yang ngga pasti.

modal nekat langsung berangkat tanpa persiapan (kecuali ganti oli motor doang), kami meluncur dari rumah kira2 30 menit lewat tengah malam (pukul 12.30WIB) setelah pamitan ama ayah ibu tercinta ^_^ “kenapa berangkat malam, katanya mo liat savana?”, ya memang dilema, ku penasaran ama savana, tapi adekku blom tau jalan lokasi yang satu itu. sementara memuaskan rasa penasaran dan hasrat refreshing dengan sunrise bromo yang juga digadang-gadang cukup indah. jadi deh berangkat berdua naek motor ke penanjakan bromo. savana nunggu nodong mas jeri aja lain kali.

savana

perjalanan menuju bromo sengaja mengambil rute melalui pasuruan. dengan pertimbangan saran adekku, rute tersebut cukup singkat dan bagus kondisi jalan menuju penanjakan. kira2 60 menit dari awal perjalanan, kami sampai di kota pasuruan dan kurang lebih 30 menit kemudian berada di daerah puspo. perjalanan cukup lancar, karena kondisi jalan yang emang ga ribet dan lalu lintas tidak padat (cenderung sepi banget malah, tengah malam sih). tetapi dari sini perjalanan mulai menantang, karena rute selanjutnya adalah rute menanjak, selain tanjakan yang konstan jalur ini juga dipenuhi dengan tikungan-tikungan tajam dan area hairpin hohoho. tapi kata adekku masih lebih baek daripada lewat probolinggo sih, meski konstans nanjak, sudut tanjakan ngga terlalu ekstrem (tapi tikungan amit2 ekstremnya)

perjalanan dari kecamatan puspo hingga area tosari mungkin sekitar 20+ KM, dengan kondisi yang telah aku jabarkan tadi. mungkin ada hampir 1 jam melalui jalur ini. karena motor dipacu konstans antara 20-30 km/jam. waktu perjalanan pulang sih jalan ini indah banget, hijau tanaman di kanan kiri, tapi waktu berangkat tengah malam, ampun deh. GELAP GULITA!!! warning, klo lewat sini sebaiknya rame2 dalam rombongan. ku cuman sendirian ama adekku, ngeri juga TT_TT bukan kenapa2 sih, tapi jalur ini gelap, hanya sedikit / jarang area pemukiman. klo ga hati2 juga di sebelah kanan atau kiri adalah jurang. tapi klo dah lewat dan nyampe pintu masuk ke area penanjakan, dah bisa nyante ko’. mo parkir dan makan-makan dulu, atau rehat juga bisa. hehe peringatan lagi, perjalanan mulai dari puspo ke atas, akan semakin dingin, jadi siapin pakaian hangat dan sarung tangan, syal serta tutup telinga. aku sempat salah kostum pake kaos + hoodies aja, sarung tangan sengaja lepas sih, karena agak kesulitan ngontrol motor waktu pakai. dan hasilnya saudara2… dingin banget TT_TT tanganku sampe kek ditusuk-tusuk, dan dingin yang terlampau dingin sampe terasa terbakar o.0

nyampe di portal penanjakan kira2 pukul 3 pagi. jadi rehat dulu deh, sambil nunggu portal dibuka. makan “bakso dingin” dulu hehe disini terdapat beberapa kelompok anak muda juga yang bertujuan melihat matahari terbit, sepertinya beberapa udah standby sejak malam, dah sampe tidur pulas pakai tikar dan selimut wkwkwk

kira-kira pukul 3.30 pagi, portal dibuka, ku segera naek motor lagi, beli tiket lalu melesat menuju lokasi penanjakan, jalan disini cukup curam kawan TT_TT hati-hati klo berkendara sendiri naek motor. bisa juga naek angkutan roda empat yang disediakan disana klo kepengen.

eniwe, sesampainya di lokasi, langsung cari lokasi parkir yang nyaman dan jalan menuju fasilitas yang disediakan untuk melihat sunrise. karena datang awal tempat cukup sepi. jadi bisa tidur2an deh di kursi. *lagi2 kelompok sebelumnya pasang tikar dan selimut lagi 0.o* memandang langit yang penuh bintang sangat indah kawan. dalam kondisi langit hitam yang tidak ternoda cahaya buatan manusia, bintang benar-benar bersinar. pendaran bintang dengan latar langit hitam, rasanya “sesuatu banget”, ku sendiri susah ngerangkai kata-kata. kalo pernah liat foto2 langit berbintang, rasanya BEDA JAUH saat liat aslinya. sayang mo nyoba motret, kamera hp ngga cukup untuk merepresentasikan keindahan itu. sesekali ada fenomena bintang jatuh menghiasi angkasa, bikin makin indah aja.

nyante liat bintang mulai terusik kitika waktu menunjukkan pukul 4.30 pagi. tempat sudah mulai ramai. kirain hari gini bakal sepi, eh, lama2 berjubel. baik pengunjung lokal, maupun interlokal hehe wisatawan asing maksudnya ^_^ ada dari china, eropa, amerika, dan wilayah laen. dan saat aku bilang banyak, maksudku bener2 banyak. langsung aja ku ma adekku mengamankan lokasi yang memungkinkan pemandangan terbaik dan menanti datangnya sang fajar.

20120627_050107 20120627_051730

bintang-bintang mulai bersembunyi, menyambut datangnya sang mentari. mentari terbit diawali dengan garis merah / orange pada lautan awan di katulistiwa. pendaran cahaya bintang terdekat dengan planet kita ini sungguh indah. lagi2 kamera hp-ku kurang bisa menangkap keindahan momen ini *jadi pengen DSLR. perlahan tapi pasti, cahaya makin terang dan makin luar. ke bersyukur sekali bisa melihat pemandangan-pemandangan yang sangat indah ini. seakan yang ESA tengah melukis langit dengan berbagai warna.

abis selesai melihat dan mencoba mengabadikan momen matahari terbit, masih banyak yang bisa dilihat, seperti pemandangan padang pasir, pegunungan dan lautan awan di sekeliling gunung. dah gitu narsis2 dikit lah hehehe selesai narsis langsung siap-siap perjalanan pulang ke rumah. dalam perjalanan ini lah baru terasa keindahan jalan sepanjang area penanjakan ke arah pasuruan. cukup indah, tapi awas JANGAN MELENG waktu nyetir, kanan kiri masih jurang ^_^ kondisi jalan juga masih belum berubah, masih penuh tikungan tajam. berasa lagi downhill race ala initial D wkwkwk

pengalaman yang cukup menyenangkan. buat rekan-rekan yang ingin merasakan wisata alam yang ingin merasakan wisata alam yang menyegarkan, bromo adalah pilihan yang menarik. selain melihat bintang dan matahari terbit, masih ada beberapa atraksi menarik lain yang bisa dinikmati. seperti savana (baca2 sih ngelewatin lautan pasir), wisata di area lautan pasir, area kawah bromo. dan jangan lupa, event jazz gunung di awal juli nanti hehe

dari pengalaman kali ini, keknya klo mo kesana lagi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • bromo SANGAT dingin. ini aku dan adekku yang punya toleransi dingin diatas rata2 loh yang bilang. jadi jaga kondisi ketika ingin kesana, terutama di saat pagi (untuk matahari terbit)
  • untuk menghindari kedinginan (dan efek2 laen karena dingin), sediakan jaket tebal, pake berlapis 2 kalo perlu ^_^ sedia sarung tangan tebal, syall, penutup kepala dan telinga. jangan sampe salah kostum kek aku tadi hehehe
  • cek kelengkapan alat dokumentasi, jangan sampe menyesal karena kehabisan baterai atau media penyimpanan ketika sedang mengabadikan momen indah

video matahari terbit (hehe pake kamera hp doang)

berikut beberapa foto pemandangan di bromo.

*perbedaan langit/cahaya beberapa foto dari item/orange jadi biru/putih keknya karena mode scene “dawn” dari aplikasi kamera di hp-ku

20120627_051705 20120627_051726

20120627_051825 20120627_051850

20120627_052012 20120627_054033

20120627_05561920120627_062452

Advertisements

2 comments on “Bromo, indahnya langit malam bertabur bintang dan hangatnya mentari pagi

  1. Pingback: Kirim dan diskusikan foto dari handphone andalanmu - Page 12

  2. Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    Dalam rangka Memperkenalkan ” Tengger-Bromo” dr segala aspek, dengan ini kami buka pondok pertanian tanjung-tosari unt umum, dng hanya membayar ‘sukarela’ (tanpa tarif) Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)
    Akses menuju pondok pertanian tanjung: dari ‘Pasuruan’ ambil arah malang smp di ‘Warungdowo’ (-+ 7km) belok kiri smp ‘Ranggeh’ belok kanan menuju ‘Pasrepan’ >>> ‘Puspo’ >>> melewati hutan2 mahoni dan pinus smp dukuh ‘Jonggo” >>> melewati hutan pinus smp ketemu rumah pertama lansung belok kiri turun kebawah, ” Podok Pertanian Tanjung” terletak di sebelah kiri jalan dr pasuruan di Km.99 . Kurang lebih 7 km sebelum kec: Tosari.

    @.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana “sukarela” ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- /malam

    *.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    *.bisa masak sendiri dng menganti LPJ dsb..Rp.30.000,-
    * dimasakkan prasmanan Rp.20.000,- 1x.makan. ( nego)

    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s