flower of war review


The_Flowers_of_War_english_posterI can enjoy historical movies, jadi tertarik pengen nonton abis seorang teman nyebut nih film. hey, why not ? pernah beberapa kali nonton film dengan tema sejarah baik western maupun asia dan terbukti bisa jadi karya yang epic dan menghibur, tentunya tak lupa pesan moral yang dibawa. ku juga penggemar movie yang memiliki tema “menyentuh”. jadi deh siang ini berangkat ke XXI buat nengok film abang C. Bale ini. by no means ku ngaku expert reviewer, ku hanya seorang movie goer dan penikmat hiburan. so here goes…

flower of war adalah sebuah film besutan sutradara Zhang Yimou, yang sebelumnya membuat “Hero” dan “House of Flying Daggers. film ini merupakan adaptasi novel penulis Cina Geling Yan yang berjudul The 13 Women of Nanjing. video berdurasi kurang lebih 145 menit ini bercerita mengenai kondisi kota nanjing yang menjadi medan peperangan antara cina dan jepang. fokus utama adalah perjuangan seorang james miller ( c. bale) dan sekelompok siswi di sebuat gereja pada awal-awal penyerbuan kota nanjing. ternyata ngga itu aja, uniknya, sekelompok wanita “penghibur” juga mencari perlindungan ke tempat tersebut. bersama, mereka berusaha saling melindungi satu sama lain.

awal2 movie yang menunjukkan adegan peperangan dan kehancuran kota nanjing digambarkan dengan cukup serius ditambah dengan efek khusus dan audio berkualitas. bang Yimou benar2 telah melakukan pekerjaan yang baik dalam menangkap momen2 kehancuran nanjing, sehingga sangat menunjukkan kesan dramatis dan perjuangan keras yang pantang menyerah dari tentara cina.

yang akan merasakan keuntungan perang adalah yang menjalaninya, yang ngga terlibat hanya akan mendapatkan penderitaan perang. tampaknya hal itu yang coba diusung dari cerita flower of war. film ini lebih banyak mengangkat cerita korban-korban kekerasan peperangan nanjing, terutama anak-anak dan perempuan. disini benar-benar digambarkan betapa mereka seringkali menjadi korban kekerasan dan perkosaan dari sedardu-serdadu jepang yang tengah menyerang nanjing. banyak banget adegan-adegan keras yag menguras emosi, mungkin ga cocok yah buat yang sangat sensitif (padahal aku juga wkwkwk). emang bikin pengen mencaci maki banget nih film. sayang yang orang bilang menyentuh malah ngga dapat. klo mo dibilang adegan yang menyentuh, dan aku emang suka sih pada waktu major Li mengorbankan dirinya untuk melindungi gadis2 dari kekejaman serdadu jepang dan akhirnya mengorbankan dirinya sendiri.

(damn, terakhir tersentuh sampe hampir nangis gara2 film pas nonton hachiko TT_TT )

tapi klo benar2 diamatin, ceritanya ko cuman so-so aja yah. drama dan emosi keknya terlalu over, tapi itu lebih karena penggambaran brutal serdadu jepang yang digambarkan layaknya binatang penuh nafsu membunuh dan memperkosa tiap wanita yang ditemuin. terasa beda dengan nonton saving private ryan, band of brothers, letter to iwo jima, ato drama perang lain yang segi cerita bisa sangat dalam menceritakan dampak perang dari sisi emosional dan perkembangan masing2 karakter. flower of war terkesan terlalu tergesa-gesa dalam bercerita. nih film (ku ngga cerita novelnya, blom pernah baca euy) ko kayaknya terlalu strictly physical, beberapa drama ‘cengeng’ dan dramatisasi yang berlebihan. hm.. pa mungkin karena sudut pandang movie agak beda. tapi yg pasti sukses bikin aku mangkel ama yang maenin karakter2 serdadu jepang hehe.

Flower of war trailer

hey, ku ga bilang jelek loh. it’s still a good movie. dan aku masih ngasih rekomendasi untuk nonton untuk yang hati-nya udah siap. tapi klo kurang yakin dan mo nyari fun, canda dan tawa bersama keluarga, look elsewhere. p.s film yang ga aman untuk bawa anak kecil ^_^

berhubung film ini memang penuh emosi, pesenku abis nonton :

jangan benci suatu negara atas apa yang dilakukan di masa lalu. dalam perang hampir semua negara pernah berbuat sesuatu yang terlalu kejam untuk diungkapkan. war can do that to everyone! perbuatan tersebut tidak bisa mencerminkan seluruh negara. lagian arah kebencian bisa keliru, pelaku perang dan kekejaman sebenarnya mungkin sudah ngga ada. yang sekarang idup bisa jadi ngga tau menahu atau mendukung hal tersebut.

nikmatilah film ini sebagaimana adanya, bukan untuk menebar kebencian kaum tertentu. tetapi sebagai pengingat betapa kejamnya dampak peperangan dan pentingnya rasa kemanusiaan serta pengorbanan.

Advertisements

2 comments on “flower of war review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s