Forgive & Forget,,,,, Really?


Banyak diantara kita diajari oleh orang tua dan sekolah untuk memaafkan dan melupakan karena hal tersebut adalah tindakan yang “benar” untuk dilakukan. Seorang teman meminjam mainan, tetapi tidak pernah dikembalikan atau bahkan mungkin dirusak secara sengaja, teman sekelas yang mencuri ide project, pacar yang selingkuh atau mungkin suami/istri yang ingin keluar dari pernikahan tanpa “tanda2 peringatan” terlebih dahulu. Ada banyak situasi diluar pemahaman kita sendiri dan sering kali kita bertanya, “kenapa aku?”. Dan akhirnya, hampir ngga mungkin untuk memaafkan dan melupakan.

Pasti ngga asing dengan kalimat “Kamu yang nyakitin diri kamu sendiri dengan tidak mau move on atau ngelepasin”, atau “lupain aja, itu kan masa lalu!”. Pernyataan-pernyataan tersebut mungkin ada benarnya, tapi bagaimana kita ngelakuin itu? Gimana kita bisa memaafkan seseorang yang udah bikin banyak kekacauan di hidup kita dan belalu gitu aja ninggalin kita dalam kondisi kek gitu. Kita bukan “manusia mulia dan suci” yang bisa memaafkan dan melupakan dengan mudah. Dan juga, tergantung dari kepribadian invididu yang bersangkutan, beberapa orang mungkin bisa memaafkan dan melupakan lebih mudah dibandingkan yang lain. Bagaimanapun juga, kecenderungannya, butuh waktu lama untuk dapat memaafkan dan melupakan. Ku yakin bahwa kita semua melalui fase-fase tertentu sebelum kita mampu berada dalam tahap “menerima” dalam memaafkan dan melupakan. Proses atau langkah memaafkan dan melupakan, mungkin kek yang tertulis dibawah ini :

1. Marah
Aku rasa wajar seseorang melalui tahap ini karena tidak mampu mengerti apa yang sedang mereka alami saat itu, entah itu sebuah kesalahpahaman atau kehilangan seseorang yang dicintai.

2. Penyangkalan
“bagaimana ini bisa terjadi ama aku?” atau “mungkin kalo ku bisa jadi suami/istri/kakak/adik/teman yang lebih baik, kejadian ini bisa dihindari”, dll. Kita berusaha membuat alasan untuk menyalahkan diri sendiri atas situasi yang terjadi dengan berandai-andai. kek nya tahap ini bagian proses yang cukup mendasar untuk memulai memaafkan dan melupakan.

3. Kompromi
“Kalo aku ngelakuin ini, mungkin aku akan merasa lebih baik.” atau “kalo kamu mau gitu, kita bisa buat kesepakatan,” atau “kmu berhenti gini, aku akan berhenti gitu”, dll. menurutku, ini adalah proses krusial, dimana sudah mulai kompromi dalam diri. Cuman jangan sampe ngga rasional yah komprominya ^_^

4. Menerima
Saat seseorang akhirnya telah memutuskan untuk menerima situasi yang ada atau membuat penyesuaian dan saling mencoba untuk memperbaiki hubungan.

Tapi apakah mungkin bagi kita, manusia, untuk benar-benar memaafkan dan melupakan ? kalo menurut opiniku sih, kita bisa mencapai kompromi atau memahami situasi dan menerimanya sebagai fakta yang udah terjadi, tapi kita ga seharusnya melupakan hal itu pernah terjadi. ku ngga bilang kita harus merasakan penyesalan atau dendam, yang aku rasa emang bakal datang dan bikin ga tenang untuk beberapa waktu, tapi fokusin energi pada pelajaran yang dapat diambil. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Hal apa yang bisa dilakukan berbeda jika kita menghadapi situasi itu hari ini? Bisakah kita mencegahnya? Kenapa atau kenapa tidak ? dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa memperoleh kemungkinan solusi jika kita dihadapkan dengan dilema yang sama suatu saat nanti.

memaafkan dan melupakan bisa jadi konsep yang rumit untuk dipahami, tetapi kita seharusnya tidak menyiksa diri kita sendiri karenanya, dan menyadari bahwa kita hanyalah manusia yang berhak atas perasaan kita sendiri. Ga perlu melawan rasa itu, tetapi jangan pula dibuat hanyut olehnya. Dengan begitu proses memaafkan dan melupakan akan lebih mudah untuk dikelola dan pada akhirnya, lebih mudah untuk dicapai.

*catatan seorang bakpao_ajaib yang hanya manusia biasa ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s