Perempuan bukan mainan



jalan-jalan ke kaskus pagi ini hot thread-nya maknyus dan mengena sekali tentang potret sisi lain pergaulan anak jaman. rada bikin waswas ku yang baru seumur jagung ini jadi ayah (hehe OTB, orang tua baru neh). kirain dulu yg gini2 ini cuman jadi background sinetron apa drama.

“Perempuan bukan mainan” => http://m.kaskus.co.id/thread/520b68b119cb177c3d000006

di setiap kejadian, pasti cewek yang jadi “korban”, or atleast, paling kerasa dampaknya. tapi tidak bisa juga disalahkan ke satu pihak, hey, it’s true. butuh 2 orang untuk ngelakuin itu kan ?? faktor kesempatan, ketidaktahuan (dan akhirnya jadi ingin tau???), pola pikir serta pengaruh lingkungan (keluarga dan pergaulan) berperan.

sudah saatnya sex edu juga diajarkan ke anak (sebagai pelengkap pendidikan moral, etika dan agama) saat mencapai usia yang sesuai, agar mereka juga lebih aware akan hal2 kek gini. jangan melulu dianggap tabu, ntar malah gampang dikibulin atau cari tau dengan caranya sendiri tanpa ngerti resikonya. yg ngerti aja bisa tetep tergoda dan jadi “gila” saat berhadapan ama kodrat manusia yang bernama nafsu itu. apalagi yg ngga.

lucunya, ku dulu pernah diketawain dan dibilang aneh2 aja karena berucap kek gini “punya anak cewek lebih berat daripada anak cowok, karena anak cowok cukup jaga satu burung, tapi anak cewek jaga burung sedunia”. loh, apa yang salah ?? itu kekhawatiran yang beralasan, emang bukan untuk dijadikan overprotective atau paranoid. tapi bukan berarti menganggap hal itu sebagai hal biasa atau berlindung dibalik denial kan. kita ngga ngajarin pelangi dan sinar matahari aja kan klo bahas cuaca di luar, tapi ujan deres, mendung hitam dan juga kilat harus dijelaskan. ntar dikira langit bakal cerah mulu tau2 ujan deres pake badai malah bingung gimana ngadapinnya.

it’s based on a fact. hidup di samping kota besar bernama surabaya dengan gemerlap dunia malamnya, ngga bisa menafikkan kalo ada sisi2 hitam atau abu2. meski baru ngeh dan sedikit tau sebagian sisi itu akhir2 ini doang sih.

tapi ini bersikap realistis. melindungi diri (dan orang yang disayangi), bukan dengan berpura2 ngga tau tentang sisi gelap pergaulan, tapi menerima klo ada sisi positif dan negatif, lalu mengambil pencegahan yang sesuai. Jadi jaga diri kmu, saudara dan anak sebelum terlanjur, klo udah kecolongan ya kembali ke jalan yg terang J ga ada manusia yang sempurna, selama masih ada nafas selalu ada jalan untuk kebaikan. Jaga diri untuk suami / istri yang sah kelak. Inget ya, SUAMI / ISTRI, bukan yang masih CALON ^_^ namanya orang, alih2 test drive ntar berdalih, “beli aqua gallon aja ada tulisannya “jangan diterima bila segel rusak””. bijaksana lah dalam bergaul.

aku akan meralat sedikit statementku sebelumnya, mbesarin anak cewek ataupun cowok, sama2 aja. dengan pendekatan yg tepat (pendekatan yg tepat masih dipelajarin sambil mbesarin keenan, hehehe)

Advertisements

One comment on “Perempuan bukan mainan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s